Jumat, 23 Oktober 2015

TUGAS SELESAI KOSAN MELAYANG



Bengkulu – kawasan UNIB belakang kembali di hebohkan dengan adanya kabar pembobolan kost-kostan, kali ini kamar kosan Andika (20) yang menjadi sasaran. Kejadian terjadi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 02.45 di gang Kelurahan Kandang Limun Unib Belakang, awalnya Hendra (21) tetangga korban, sekitar pukul 02.30 WIB baru sampai dari kota Padang, lalu ia melihat kosan Andika yang sedang terbuka, awalnya Hendra mengira bahwa Andika ada di dalam kosan, tanpa merasakan kecurigaan Hendra langsung memasuki kamarnya.

Namun selang beberapa waktu Hendra yang belum bisa tertidur berkunjung ke kosan Andika ternyata kosan andika kosong dan terlihat barang yang berserakan dan kunci kosan Andika nampak rusak dan hancur. Pada saat itu baru diketahui bahwa kosan Andika habis dibobol maling.

Andika yang sedang mengerjakan tugas di warnet pada saat itu terkejut mendengar kejadian tersebut. Dompet, laptop, dan uang raip di gondol maling. Andika telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Muara Bangka Hulu untuk di tindak lanjuti.

AIR BERSIH SEMAKIN SULIT

Bengkulu –  Sulitnya air bersih di musim kemarau menuntut warga untuk melakukan kerja ekstra, pasalnya warga yang masih mengandalkan air sungai sebagai MCK (mandi, cuci, kakus) semakin resah karena semakin surutnya sungai yang ada, apalagi air bersih di sumur-sumur mulai surut  karena hujan tak kunjung datang. Seperti yang di alami oleh warga di desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi Bengkulu Tengah mereka harus bersusah payah untuk mencari sumber air bersih. Kekeringan yang di alami warga sudah berjalan 8 bulan, warga semakin sulit untuk mencari air bersih karena pasokan air bersih kian hari semakin berkurang ditambah lagi dengan kebutuhan air yang tidak berkurang.

Ditemui dirumahnya kemarin (22/10) ibu zaniah mengatakan ’’ mau bagaimana lagi, kadang sesekali kami harus membeli air di tank-tank yang lewat untuk kebutuhan memasak, itupun kami hanya sesekali saja membeli karena bukan hanya harus menghemat air kami juga harus menghemat uang “ 

Akibat air sungai yang surut pematang sawah juga kering tanah lahan sawah juga kering , mulai retak dan tidak bisa berproduksi, padahal mata pencarian warga Benteng sebagaian besar adalah sebagai petani. Sampai saat ini bantuan dari pemerintah belum ada. Warga hanya berharap pemerintah memberikan bantuan berupa air bersih kepada mereka.